PONPES AL MUHSIN BOYONG 100 ROMBONGAN SAMBANGI STID MOHAMMAD NATSIR
STID Mohammad Natsir Kampus Putri mendapat kunjungan istimewa dari Pondok Pesantren Al Muhsin, Metro bersamaan dengan kembalinya para mahasiswi usai libur semester gasal di awal tahun 2025.
Bagaimana tidak ? Dalam kunjungan yang berlangsung sejak Senin (03/02) kemarin, Ponpes Al Muhsin memboyong 77 santriwatinya dengan didampingi belasan dewan guru untuk singgah dan bermalam di Kampus Putri STID Mohammad Natsir.
Tak sampai di situ, acara silaturahim lembaga sekaligus sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) pun menjadi target dari perjalanan mereka. Agenda dimulai dengan kajian shubuh di Masjid Nourah Abdurrahman, dilanjut sarapan, dan ramah tamah hingga pengenalan Kampus oleh tim PPMB yang diisi langsung oleh ketua terpilih, Ust. Musmardi Afit Badlisyah, M.Kom.I.
Pada sesi ramah tamah yang berlangsung di Aula Sakinah, Pusdiklat dan Muslimat Center Dewan Da'wah pada Selasa (04/02) hari ini, turut hadir Waket I Bidang Akademik, Dr. Imam Taufik al Khattab, M.Pd.I sebagai wakil dari Ketua STID Mohammad Natsir yang qadarallah berhalangan. Di samping itu, turut hadir pula Mudir Pesantren Mahasiswi, Ustadz Salman Alfarisi, M.Kom.I yang juga sebagai pemateri di kajian shubuh dan diramaikan pula dengan kehadiran seluruh civitas akademika STID Mohammad Natsir Kampus Putri yang berkesempatan.
Sesi ini dimulai dengan penampilan video seputar kampus STID Natsir dan dilanjut dengan sambutan-sambutan.
Sambutan dari pihak Al Muhsin diwakili oleh Ustadz Ahmad Nur Wahid, M. Pd. I selaku Mudir Ma'had. Di mana beliau menegaskan kembali terkait hubungan antara STID-Al Muhsin yang sudah sejak lama terjalin. Di hadapan para guru, santri, dan jajaran staf STID Natsir beliau memaparkan bahwa berdirinya yayasan Al Muhsin berangkat dari dukungan dan inspirasi dari tokoh-tokoh di Dewan Da'wah seperti; Ustadz Muzayyin, Ustadz Syuhada, Ustadz M. Noer, dan beberapa lainnya.
"Termasuk juga gedung-gedung yang ada di Pesantren (menyebut beberapa nama gedung) hingga hari ini merupakan rintisan dari beliau-beliau," tegasnya.
Sambutan dari pihak STID yang diwakili Ustadz Dr. Imam Taufik yang memulai kalimatnya dengan ajakan bahwa in syaa Allah akan ada pertemuan antara pesantren-pesantren yang memiliki misi yang sama dengan Dewan Da'wah dalam rangka membentuk sinergi bersama. Untuk mempererat silaturahim, beliau mention ketua Yayasan Al Muhsin yakni Ustadz Dr. Ali Murtadho yang dulunya mengenyam pendidikan tingkat magister bersama di suatu lembaga.
Di hadapan para santri, beliau menyampaikan harapan semoga nantinya dari sekian santriwati yang hadir ada yang siap bergabung menjadi mahasiswi STID Natsir dalam upaya melanjutkan silaturahim da'wah. Untuk memikat perhatian para siswi, beliau mengakhiri sambutannya dengan untaian nasihat yang berangkat dari kisah seorang badui yang bercita-cita mendapatkan surga. Di mana gambaran tentang keindahan sekaligus kenikmatan surga itu hadir dengan seringnya ia menghadiri majelis-majelis ilmu bersama Rasulullah SAW.
إِنْ تَصْدُقِ اللهَ يَصْدُقْكَ
"Jika (lisan) mu jujur kepada Allah, Niscaya Allah akan jujur terhadapmu (antarkan menuju cita-citamu)"
Hadits di atas sebagai penutup dari sambutan yang beliau sampaikan. [A.M]
Tidak ada komentar